Ciri-ciri anak alergi susu sapi harus dipahami. Alergi susu sapi dengan penanganan tidak tepat dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang yang serius.
Ciri-Ciri Anak Alergi Susu Sapi yang Umum
Reaksi alergi susu sapi biasanya muncul 15 menit hingga 2 jam setelah konsumsi. Namun, ada juga reaksi tertunda yang muncul setelah lebih dari 2 jam.
Pelajari lebih lanjut mengenai ciri-ciri alergi susu sapi pada anak:
1. Biduran
Salah satu reaksi alergi susu sapi yang paling umum adalah ruam kemerahan, menonjol, dan terasa gatal. Kondisi ruam ini juga dikenal dengan biduran atau urtikaria.
2. Eksim
Selain biduran, eksim alias dermatitis atopik juga menjadi ciri-ciri anak alergi susu sapi. Eksim biasanya muncul di area pipi si Kecil.
Kondisi ini ditandai dengan kulit yang terlihat lebih kering, bersisik, dan berwarna kemerahan.
Eksim menimbulkan gatal di kulit anak sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.
3. Gangguan Pencernaan
Alergi susu sapi dapat membuat saluran pencernaan mengalami peradangan sehingga si Kecil mengalami sakit perut berulang, kembung, diare, dan muntah-muntah.
Tanda anak alergi susu sapi ini perlu diwaspadai karena muntah-muntah dan diare rentan membuat dehidrasi.
Pada anak usia dini, dehidrasi yang tidak segera ditangani dapat mengancam keselamatan jiwa.

4. Batuk dan Pilek
Jika batuk dan pilek si Kecil tampak tidak kunjung sembuh, mungkin penyebabnya bukan infeksi virus, melainkan alergi terhadap protein susu sapi.
Alergi ini bisa memengaruhi saluran pernapasan dan menyebabkan gejala ringan seperti batuk pilek yang terus berulang, hidung berair, dan bersin-bersin.
5. Terjadi Pembengkakan
Ciri-ciri anak alergi susu sapi selanjutnya adalah terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh (angioedema).
Pembengkakan lebih sering terjadi pada area wajah seperti telinga, kelopak mata, bibir, lidah, tenggorokan, dan langit-langit mulut.
Kondisi ini ditandai dengan kulit yang menebal, berwarna kemerahan, dan terasa kebas atau nyeri.
6. Mata Memerah dan Gatal
Selain mengalami pembengkakan, mata anak yang alergi susu sapi biasanya juga tampak merah dan terasa gatal.
Jadi, beberapa saat setelah minum susu sapi, mungkin Ayah Bunda akan melihat si Kecil sibuk mengucek-ngucek matanya.
Baca Juga: Gejala Alergi Kulit pada Anak dan Cara Mengatasinya
Ciri Alergi Susu Sapi yang Bahaya
Pada beberapa kasus, alergi susu sapi bisa menimbulkan syok anafilaksis. Ini adalah reaksi alergi serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Jadi, anak harus mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit secepatnya. Berikut ciri-ciri anak alergi susu sapi dengan syok anafilaksis yang harus Ayah Bunda ketahui:
- Diare berdarah
- Kesulitan menelan
- Kesulitan bernapas
- Kehilangan kesadaran
- Pembengkakan di area wajah
- Kulit terlihat pucat
Baca Juga: Apakah Alergi pada Anak Bisa Sembuh?
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anak Alergi Susu Sapi?
Bila menemukan tanda alergi, ini langkah yang harus dilakukan:
- Hentikan pemberian semua produk olahan susu
- Bawa ke dokter untuk membedakan ciri-ciri alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa
- Jika positif alergi, ganti dengan alternatif susu pertumbuhan bebas susu sapi
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan susu sari kedelai (susu soya) bagi anak yang alergi susu sapi
Ayah Bunda bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan memilih susu soya yang telah diperkaya dengan nutrisi penting lain untuk bantu mendukung tumbuh kembangnya lebih optimal.
Salah satu pilihan terbaiknya dapat Ayah Bunda jatuhkan pada SGM Eksplor ISOPRO SOY. Susu yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1–5 tahun yang tidak cocok susu sapi.
Susu ini terbuat dari isolat protein soya berkualitas dan diperkaya dengan DHA, Omega 3&6, dan IronCâ„¢.
IronCâ„¢dengan rasio 1:4 adalah kombinasi unik antara zat besi dan vitamin C yang berfungsi memaksimalkan penyerapan zat besi hingga 2x lipat lebih tinggi.
Selain itu, diperkaya juga dengan kalsium, vitamin D, zinc, dan serat pangan. Dukung si Kecil tumbuh jadi generasi maju dengan daya tangkap cepat!
Alergi Susu Sapi Apakah Sama dengan Intoleransi Laktosa?
Tidak, alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa. Alergi susu sapi terjadi akibat sistem imun bereaksi dengan protein susu, yaitu kasein dan whey.
Sementara, intoleransi laktosa‌ muncul karena tubuh tidak mampu mencerna laktosa atau gula alami pada susu akibat kekurangan enzim laktase.
Tanda-tanda intoleransi laktosa hanya seputar pada gejala saluran cerna, yaitu perut kembung dan kram, diare, serta mual muntah.
Bagaimana Jika Alergi Susu Sapi Dibiarkan?
Pada beberapa kasus, alergi susu sapi akan sembuh dengan sendirinya saat anak memasuki usia 3–6 tahun. Namun, ada juga alergi susu sapi yang terus menetap hingga dewasa.
Anak yang masih terus mengalami alergi susu sapi membutuhkan perhatian khusus dari Bunda. Pastikan berkonsultasi dengan dokter anak dan juga ahli gizi.
Dengan begitu, asupan nutrisi si Kecil tetap tercukupi dan ia tidak mengalami gangguan serius seperti dampak psikologi, diare terus-menerus, batuk kronik, anemia, hingga gagal tumbuh.
Semoga artikel mengenai ciri-ciri anak alergi susu sapi ini dapat membantu Ayah Bunda untuk mengenali kondisi tubuh si Kecil dengan lebih baik, ya.
Bunda juga bisa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!
Sampai jumpa pada artikel informatif berikutnya!