Bunda tentu sudah paham bahwa zat besi digunakan oleh tubuh untuk membuat sel darah merah. Yang perlu dicatat adalah tubuh menghasilkan lebih banyak darah saat Bunda hamil karena Bunda dan bayi sedang dalam proses pertumbuhan. Dengan kata lain, Bunda membutuhkan lebih banyak zat besi saat hamil. Bagaimana jika senyawa ini tidak terpenuhi?
Memiliki kadar zat besi yang rendah dapat membuat Bunda merasa lelah, tingkat konsentrasi yang buruk, dan meningkatkan risiko infeksi. Kadar zat besi yang sangat rendah dapat pula mempengaruhi pertumbuhan bayi dan dapat meningkatkan risiko bayi lahir lebih awal.
Perlu diperhatikan juga bahwa asupan zat besi paling penting adalah di 10 minggu terakhir kehamilan karena ini adalah di waktu tersebut sang bayi sudah mulai membangun kebutuhan zat besi mereka sendiri agar siap untuk 6 bulan pertama kehidupan.
Dibantu dengan ASI eksklusif, zat besi yang sudah didapatkan bayi di dalam kandungan inilah yang akan digunakan hingga ia mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI).
Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil
Pertanyaannya sekarang adalah berapa banyak zat besi yang dibutuhkan ibu hamil? Pada dasarnya, ibu hamil membutuhkan 27 mg zat besi setiap hari. Ibu hamil sebaiknya tidak mendapatkan lebih dari 45 mg zat besi setiap hari. Zat besi yang terlalu banyak bisa menjadi racun dan menyebabkan kerusakan organ.
Sebaliknya, jika kekurangan zat besi maka kadar hemoglobin akan turun. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang ditemukan dalam sel darah merah di mana fungsinya adalah mengalirkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika hemoglobin menurun, jumlah oksigen yang dapat dibawa dalam darah juga akan menurun. Hal ini pun bisa memicu gejala, seperti kelelahan, sesak napas, sakit kepala, pusing, serta nyeri dada.
Cara Meningkatkan Zat Besi untuk Ibu Hamil
Lalu bagaimana cara meningkatkan zat besi untuk ibu hamil? Berikut beberapa hal yang Bunda perlu ketahui!
1. Zat Besi Dari Sumber Zat Besi Heme
Sumber zat besi heme berasal dari makanan hewani di mana kemampuannya diserap oleh tubuh jauh lebih baik dibandingkan zat besi nonheme. Beberapa makanan yang punya zat besi heme tinggi antara lain daging sapi, daging ayam, ikan, dan berbagai makanan yang bersumber dari laut.
2. Zat Besi Dari Sumber Zat Besi NonHeme
Cara lain meningkatkan zat besi untuk ibu hamil adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi nonheme. Zat besi nonheme bisa ditemukan dalam beberapa makanan nabati, seperti roti gandum, kacang-kacangan, serta berbagai produk kedelai yang difermentasi, misalnya tahu dan tempe.
3. Susu Ibu Hamil dengan Zat Besi
Terakhir, cara yang bisa Bunda lakukan adalah dengan rutin mengonsumsi susu untuk ibu hamil yang dilengkapi dengan zat besi, misalnya SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi.
SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi punya beberapa kandungan penting di dalamnya, yaitu tinggi zat besi, sumber protein yang dapat membangun dan memperbaiki jaringan pada tubuh, kalsium untuk membantu dalam pembentukan tulang janin, vitamin D yang bantu penyerapan kalsium, minyak ikan dari ikan tuna di dalamnya yang baik bagi otak janin, asam folat yang bantu memelihara pertumbuhan dan perkembangan janin.
Susu SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi juga bisa dikonsumsi oleh Bunda yang sedang menyusui sebanyak satu kali setiap hari. Terdapat pula dua pilihan rasa yang lezat, yakni cokelat dan stroberi.
Dengan begini, Bunda tidak perlu lagi khawatir kekurangan zat besi selama hamil. Selamat mencoba ya, Bun!