- Rajin Minum Air
Frekuensi minum air putih tetap harus diperhatikan sepanjang hari, jangan sampai menunggu haus. Perhatikan warna air seni sebagai indikasi kadar air dalam tubuh Bunda sudah mencukupi. Bunda juga dianjurkan untuk meminum air putih sembari memberikan ASI kepada si bayi.
Tidak semua cairan baik untuk nutrisi Bunda. Minuman bersoda, alkohol, kafein atau gula yang terlalu tinggi tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan. Ini karena jenis minuman tersebut rendah nutrisi dan berpotensi menambah berat badan ibu setelah kelahiran.
- Melek Nutrisi
Tiga nutrisi penting yang wajib dikonsumsi oleh Bunda adalah zat besi, protein, dan kalsium.
- Sumber zat besi untuk nutrisi Bunda bisa didapatkan dari sayur-sayuran, gandum, dan buah-buahan. Untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh, konsumsi juga buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan pisang.
- Protein, telur, susu, soya, sayur-sayuran, daging, serta kacang-kacangan boleh disajikan dalam variasi menu yang berbeda setiap harinya.
- Kalsium bisa didapatkan dari produk susu dan sayuran berwarna hijau.
- Suplemen Tambahan
Jika khawatir menu makanan harian kurang memberikan nutrisi yang tepat, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter. Sesuai penilaian dan analisis dokter, Bunda bisa saja diberikan tambahan suplemen seperti vitamin B-12 yang baik untuk pertumbuhan otak bayi.
- Alergi Makanan
Khawatir jika makanan yang dikonsumsi memiliki efek alergi pada bayi? Bunda sebaiknya memerhatikan reaksi bayi yang mencurigakan, misalnya gatal-gatal, seusai menyusui ASI. Catat dalam jurnal khusus untuk menentukan minuman dan makanan tertentu yang kurang cocok dengan bayi. Selain itu, konsultasikan dengan dokter jika keluhan alergi semasa ASI eksklusif tidak kunjung reda.